Jumat, 29 Agustus 2014

Pendekatan Saintifik

PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK
Karakteristik pembelajaran yang menggunakan metode saintifik adalah
a.  berpusat pada siswa,
b.   melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep, hukum, atau prinsip,
c.   melibatkan proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, serta
d.  dapat mengembangkan karakter siswa.

Tujuan pembelajaran dengan metode saintifik didasarkan pada keunggulan  pendekatan tersebut. Pembelajaran dengan metode saintifik di antaranya, bertujuan untuk:
a.      meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa,
b.     membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik,
c.      memperoleh hasil belajar yang tinggi,
d.     melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis karya ilmiah, serta
e.      mengembangkan karakter siswa.

Contoh kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup diberikan berikut ini.

Contoh Kegiatan Pendahuluan

1.     Mengucapkan salam
2.     Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah dipelajari oleh siswa yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari. Sebagai contoh, dalam mata pelajaran IPA, guru menanyakan konsep mengenai larutan dan komponennya, sebelum pembelajaran materi asam-basa. Untuk mata pelajaran IPS, misalnya, apersepsi dapat dilakukan dengan menggunakan isu-isu yang berkenaan dengan bencana banjir yang sering terjadi. Di antaranya (i) di mana, kapan, dan mengapa banjir itu bisa terjadi, (ii) siapa yang sering menjadi korban, (iii) apa yang dilakukan oleh masyarakat korban banjir ketika menghadapi bencana itu.
3.     Menyampaikan tujuan pembelajaran.


Contoh Kegiatan Inti
1. Mengamati
Dalam mata pelajaran IPA, guru meminta siswa untuk mengamati suatu fenomenon. Sebagai contoh, guru meminta siswa untuk mengamati sifat larutan yang diperoleh dari ekstrak buah belimbing atau tomat. Fenomenon yang diberikan dapat juga dalam bentuk video. Dalam mata pelajaran IPS, misalnya, fenomena yang diamati adalah gambar (foto, slide, video) mengenai hutan gundul, hujan deras, orang yang membuang sampah sembarangan, banjir besar, atau berbagai peristiwa yang terkait dengan bencana banjir yang terjadi di suatu tempat.

2. Menanya
Dalam mata pelajaran IPA, siswa mengajukan pertanyaan tentang suatu fenomenon. Sebagai contoh, siswa mempertanyakan “mengapa larutan ekstrak buah belimbing atau tomat memiliki rasa manis dan asin”. Dalam mata pelajaran IPS, misalnya, siswa mempertanyakan “apa sebab dan akibat banjir bisa terjadi di ruang dan waktu yang sama atau berbeda”.

Pada tahap ini, peserta didik juga didorong untuk mengajukan jawaban sementara terhadap pertanyaan yang mereka rumuskan. Sebagai contoh, dalam mata pelajaran IPA, siswa mengajukan pendapat bahwa rasa manis dan masam pada larutan ekstrak buah belimbing atau tomat disebabkan oleh adanya zat yang memiliki rasa manis dan zat yang memiliki rasa asam. Pendapat siswa ini merupakan suatu hipotesis. Dalam mata pelajaran IPS, misalnya, hipotesis itu adalah banjir (sebagai akibat) dan penggundulan hutan (sebagai sebab) bisa terjadi  di tempat yang sama atau di tempat yang berbeda.

3. Mengumpulkan data atau informasi
Dalam mata pelajaran IPA, siswa mengumpulkan data atau guru memberikan data mengenai komponen-komponen yang terdapat dalam larutan ekstrak buah belimbing atau buah tomat. Dalam mata pelajaran IPS, siswa mengumpulkan informasi yang relevan dengan sebab, akibat, tempat, dan waktu terjadinya banjir.

4. Menganalisis Data
Dalam mata pelajaran IPA, misalnya, siswa menganalisis data yang dikumpulkan sendiri atau data yang diberikan oleh guru. Berdasarkan hasil analisis data siswa menarik kesimpulan. Sebagai contoh, siswa menyimpulkan bahwa rasa manis pada larutan ekstrak buah belimbing atau buah tomat disebabkan oleh adanya gula, sedangkan rasa masam disebabkan oleh adanya asam. Dalam mata pelajaran IPS, contoh bentuk kesimpulan itu, misalnya, hujan di Bogor menyebabkan banjir di Jakarta menunjukkan adanya keterkaitan antarruang dan waktu.

5. Mengomunikasikan
Pada langkah ini, siswa dapat menyampaikan kesimpulannya secara lisan atau tertulis, misalnya, melalui presentasi kelompok, diskusi, dan tanya jawab. Dalam mata pelajaran IPA, misalnya, guru meminta siswa untuk mengungkapkan konsep, prinsip, atau teori yang telah dikonstruk oleh siswa. Dalam mata pelajaran IPS, misalnya, siswa diminta untuk menjelaskan contoh keterkaitan antarruang dan waktu, misalnya hubungan antara desa dan kota.

Contoh Kegiatan Penutup
1.   Dalam mata pelajaran IPA dan mata pelajaran lain, guru dapat meminta siswa untuk meningkatkan pemahamannya mengenai konsep, prinsip, atau teori yang telah dipelajari dari buku-buku pelajaran atau sumber informasi lain yang relevan. Contoh dalam mata pelajaran IPA di atas juga dapat digunakan dalam mata pelajaran IPS.
2.   Dalam mata pelajaran IPA, IPS, dan mata pelajaran lain, guru dapat memberikan beberapa situs di internet yang berkaitan dengan konsep, prinsip, atau teori yang telah dipelajari oleh siswa dan kemudian meminta siswa untuk mengaksesnya.


Artikel Terkait Kurikulum 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Postingan