Kamis, 05 April 2012

Beberapa Format KTSP Dokumen 1 dan 2

Format Model Tubuh KTSP 1
(Sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP yang disusun BSNP)

Tubuh KTSP

Cover
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi

Bab I Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan

Bab II Struktur dan Muatan Kurikulum
A. Mata Pelajaran
B. Muatan Lokal
C. Pengembangan Diri
D. Pengaturan Beban Belajar
E. Ketuntasan Belajar
F. Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan Kelulusan
G. Pendidikan Kecakapan Hidup
H. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Bab III Kalender Pendidikan

Lampiran: Silabus

---------------


Format Model Tubuh KTSP 2

(Pengembangan dari Panduan Penyusunan KTSP yang disusun BSNP)

Tubuh KTSP

Cover
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A. Rasional
B. Landasan
C. Tujuan Penyusunan Kurikulum

Bab II Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah
A. Visi
B. Misi
C. Tujuan Sekolah

Bab III Struktur dan Muatan Kurikulum
A. Mata Pelajaran
B. Muatan Lokal
C. Pengembangan Diri
D. Pengaturan Beban Belajar
E. Ketuntasan Belajar
F. Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan Kelulusan
G. Pendidikan Kecakapan Hidup
H. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Bab IV Kalender Pendidikan
Lampiran
1. Program Tahunan dan Program Semester
2. Silabus dan RPP


------------------

Format Model Tubuh KTSP 3
(Pengembangan dari Panduan Penyusunan KTSP yang disusun BSNP)

Tubuh KTSP

Cover
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi

Bab I Pendahuluan
A. Rasional berisis latar belakang dan alasan sekolah mengembangkan KTSP
B. Landasan: UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Permendiknas 22 tahun 2006 tentang standar Isi, Permendiknas 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan
C. Tujuan Penyusunan Kurikulum

Bab II Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah
A. Visi
B. Misi
C. Tujuan Sekolah: Tujuan ini dirumuskan berdasarkan tujuan pendidikan nasional pada jenjang yang bersangkutandan visi misi sekolah

Bab III Analisis SWOT

Bab IV Struktur dan Muatan Kurikulum
A. Mata Pelajaran
B. Muatan Lokal
C. Pengembangan Diri
D. Pengaturan Beban Belajar
E. Ketuntasan Belajar
F. Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan Kelulusan
G. Pendidikan Kecakapan Hidup
H. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Bab V Kalender Pendidikan

Lampiran
1. Program Tahunan dan Program Semester
2. Silabus dan RPP


-----------------------

Format Model Tubuh KTSP 4
Direkomendasikan bagi sekolah dengan SDM gurunya kreatif, inovatif menyusun pemetaan KD sebelum menyusun silabus.

Tubuh KTSP
Cover
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Landasan
C. Pengertian KTSP
D. Prinsip Pengembangan KTSP

BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
A. VISI
B. MISI
C. Tujuan Sekolah

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A. Struktur Kurikulum
1. Kelas X
2. Kelas XI
3. Kelas XII
B. Muatan Kurikulum
1. Mata Pelajaran
a. Kelas X
b. Kelas XI
c. Kelas XII
2. Muatan Lokal
3. Kegiatan Pengembangan Diri
4. Pengaturan Beban Belajar
5. Ketuntasan Belajar
6. Kenaikan Kelas, Penjurusan dan Kelulusan
7. Pendidikan Kecakapan Hidup
8. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
C. Kalender Pendidikan

BAB IV PEMETAAN SK DAN KD
A. Analisis Konteks
B. Diagram Ketercapaian Kompetensi
C. Contoh Peta Konsep setiap Mata Pelajaran


BAB V PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP
A. Pengertian Silabus dan RPP
B. Prinsip Pengembangan Silabus
C. Unit Waktu Silabus
D. Cara Pengembangan Silabus
E. Langkah-langkah Pengembangan Silabus
F. Contoh Format Silabus
G. Contoh RPP Mata Pelajaran….
H. Pengembangan Silabus Berkelanjutan

BAB V PENUTUP
Lampiran-lampiran……………………………………….

PENJELASAN

1. Mata Pelajaran
Sekolah dapat mengatur mata pelajaran dan alokasi waktu dalam “struktur kurikulum sesuai dengan kebutuhan sekolah”dengan cara:
 Menambah jam pada mata pelajaran tertentu
 Menambah mata pelajaran baru dengan memanfaatkan tambahan 4 jam pembelajaran
 Mengatur jadwal pelajaran

2. Muatan Lokal
 Berisi tentang program muatan lokal yang diselenggarakan oleh sekolah
 Memnacakup: Jenis, Mekanisme Pemilihan, Jadwal Penyelenggaraan dll
 Dalam pengembangan programnya memperhatikan hal-hal sbb:
 Jenis Mulok disesuaikan dengan cirri khas/potensi/ keunggulan daerah yang substansinya tidak sesuai menjadi Mata Pelajaran tersendiri;
 Merupakan kegiatan kurikuler yang terstruktur dan sistemik
 Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester
 Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap semester, sesuai dengan kemampuan sekolah.
 Sekolah harus menyusun SK, KD dan Silabus untuk setiap jenis Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah









3. Kegiatan Pengembangan Diri
Berisi tentang penjelasan program Pengembangan Diri yang diselenggarakan oleh sekolah yang mencakup: Jenis Kegiatan, Mekanisme dan Strategi Pelaksanaannya. Dalam menyusun programnya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
 Bukan mata pelajaran dan tidak perlu dibuatkan silabus
 Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi) bukan kuantitatif
 Berfungsi sebagai wahana bagi siswa untuk mengekspresikan diri sesuai bakat, minat, dan kebutuhan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler
 Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling (kehidupan pribadi/social, kesulitan belajar,karir), atau kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kreativitas/kepribadian siswa seperti: kepramukaan, Kepemimpinan, KIR dll.
 Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.
 Dipasilitasi/dibimbing oleh konselor/guru BK, Guru MP atau tenaga kependidikan yang kompeten.

4. Pengaturan Beban Belajar
 Berisi tentang jumlah beban belajar per MP, per minggu per semester dan per tahun pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, yang ditetapkan dengan mempertimbangkan hal-hal sbb:
 Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap MP pada semester ganjil dan genap dalam satu th pelajaran sesuai dengan kebutuhan, dengan jumlah beban belajar secara keseluruhan tetap.
 Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb:
2 JPL praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka, dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka.
 Sekolah dapat memanfaatkan alokasi tambahan 4JPL dan alokasi waktu penugasan terstruktur dan tidak terstruktur sebanyak 0% - 60% (Maks 60% x 36 JPL = 21 JPL) untuk kegiatan remedial, pengayaan, penambahan jam praktik dll.


5. Ketuntasan Belajar
Berisi tentang criteria dan mekanisme penetapan Ketuntasan Minimal Per Mata Pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan mempertimbangkan hal-hal sbb:

 Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100%, dengan batas criteria ideal minimum 75%
 Sekolah harus menetapkan criteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbankan: kemampuan rata-rata siswa, kompleksitas, dan sumber daya pendukung
 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah batas criteria ideal, tetapi secara bertahap harus dapat mencapai criteria ketuntasan ideal.



6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Berisi tentang criteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan, serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh Sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:
 Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Pembinaan SMA
 Ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan sendiri.

7. Penjurusan
Berisi tentang criteria dan mekanisme penjurusan serta strategi/kegiatan penelusuran bakat, minat dan prestasi yang diberlakukan oleh sekolah, yang disusun dengan mengacu pada:
 Panduan penjurusan yang kan disusun oleh Dit.PSMA

8. Pendidikan Kecakapan Hidup
Berisi tentang program kecakapan hidup yang diselenggarakan oleh sekolah, yang mencakup: Jenis Program, mekanisme dan strategi pelaksanaannya. Dalam menyusun program memperhatikan hal-hal sbb:
 Mencakup kecakapan pribadi, sosial, akademik dan vokasional
 Menjadi bagian integral dari semua MP yang dapat disajikan secara terintegrasi dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus dan terintegrasi.
 Dapat diperoleh dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan/atau dari satuan pendidikan formal/non formal lain, apabila sekolah yang bersangkutan tidak memiliki sumber daya pendukung yang memadai.

9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Berisi penjelasan tentang program keunggulan lokal dan global (misalnya: Program SBI) yang mencakup: Jenis, Mekanisme dan Strategi pelaksanaan di sekolah, disusun dengan mempertimbangkan hal-hal sbb:
 Substansinya mencakup aspek: Ekonomi, Budaya, Bahasa, TIK, ekologi, dan lain-lain yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik
 Dapat merupakan bagian dari semua MP
 Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan nonformal

10. Pemetaan SK/KD
Merupakan pengkajian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar setiap MP berdasarkan:

 urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
 keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
 keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.
 Model pemetaan SK dan KD dapat berupa matriks atau diagram alur atau bentuk peta konsep (concept maping)

11. Dokumen KTSP
1. Permen 22, 23 dan permen 24
2. Standar Isi :
a. Memuat Kerangka Dasar, Struktur Kurikulum, Beban Belajar, Contoh KTSP, dan Kalender Pendidikan
b. Panduan Pengembangan KTSP
c. SK dan KD
d. Sejumlah mata pelajaran wajib (termasuk keterampilan), ML dan PD
e. 38-39 jam/minggu – tambahan maksimal 4 jam/minggu
3. Perubahan nama mata pelajaran/ istilah
 Bahasa dan Sastra Indonesia menjadi Bahasa Indonesia
 Kesenian menjadi Seni Budaya
 Penjas menjadi Penjas Or Kes
 Mata Pelajaran Sejarah diberikan sampai kelas XII untuk jurusan IPS dan IPA, 1 jam/minggu
 Mata pelajaran pilihan (keterampilan/ Bahasa Asing lainnya) menjadi Mata Pelajaran Keterampilan/ Bahasa Asing lainnya
 Materi pokok menjadi materi pembelajaran
 Pengalaman belajar menjadi kegiatan pembelajaran
 SKBM menjadi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
 SKBM: Esensial, kompleksitas,Intake, Kemampuan sumber daya pendukung
 KKM : Kompleksitas, Intake, Kemampuan sumber daya pendukung.

Artikel Terkait Kurikulum dan Pembelajaran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Postingan