Sebagai sumber perubahan guru harus mampu memilih metode yang tepat sesuai dengan tujuan dan keadaan pembelajaran. Kesalahan dalam memilih metode dalam mengajar berarti guru telah merancang kegagalan dalam pembelajaran. Sebagai petunjuk dalam memilih metode yang tepat ada lima prinsip umum dalam menentukan metode pembelajaran, diantaranya :
Berorientasi pada tujuan pembelajaran, merupakan komponen yang utama dalam sistem pembelajaran. Segala aktivitas guru dan peserta didik mestilah diupayakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ini sangat penting sebab mengajar adalah proses yang bertujuan. Oleh karena itu keberhasilan suatu metode pembelajaran dapat ditentukan dari keberhasilan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat menentukan suatu metode yang harus digunakan guru akan tetapi hal ini sering dilupakan guru. Guru yang senang berceramah shampir setiap tujuan menggunakan metode ceramah seakan-akan semuanya dapat dicapai melalui metode ceramah.
Berorientasi pada aktivitas peserta didik, belajar bukan sebatas aktifitas menghafal sejumlah informasi. Belajar adalah berbuat yakni memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena itu metode pembelajaran harus dapat mendorong aktifitas peserta didik. Aktifitas tidak dimaksudkan terbatas pada aktivitas fisik akan tetapi meliputi aktivitasa yang bersifat mental. Banyak guru yang terkecoh oleh sikap peserta didik yang pura-pura aktif padahal sebenarnya tidak.
Berorientasi pada individualitas, mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu peserta didik. Walaupun guru mengajar sekelompok peserta didik namun pada hakikatnya yang ingin dicapai adalah perubahan perilaku setiap siswa. Kalau melihat dari jumlah peserta didik sebaiknya standar keberhasilan guru ditentukan setinggi-tingginya.
Berorientasi pada integritas, mengajar harus dipandang sebagai usaha mengembangkan seluruh pribadi siswa. Mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja akan tetapi meliputi pengembangan aspek afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu pembelajaran harus diarahkan untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian peserta didik secara teritergrasi. Penggunaan metode diskusi seorang guru harus dapat merancang strategi pelaksanaan diskusi tidak hanya terbatas pada pengembangan aspek intelektual tetapi harus mendorong peserta didik agar mereka bisa berkembang secara keseluruhan, misalkan agar peserta didik dapat menghargai pendapat orang lain, agar lebih berani berpendapat dan bersikap jujur, tenggang rasa dan lain sebagainya. Metode merupakan subsistem dalam sistem pembelajaran yang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Oleh karena itu salah satu masalah yang sangat memerlukan perhatian dalam kegiatan pembelajaran adalah metode pembelajaran.
wassalam...
Artikel Terkait Kurikulum dan Pembelajaran
- Kerja Kelompok (bagian 1)
- Prinsip Penggunaan Metode Pembelajaran
- Perbedaan Pendekatan, Model, Strategi, Metode dan Teknik Pembelajaran
- Mewujudkan PAIKEM
- Kerja Kelompok Dalam Pembelajaran
- Proses Pelaksanaan Evaluasi
- Penggunaan Metode Simulasi Dalam Pembelajaran
- Program Remidial dan Pengayaan
- Konsep Mastery Learning
- Bagaimana Mengelola KBM (bagian 1)
- KURIKULUM (Sebuah Telaah Teoritis)
- Pembiasaan Dalam Pola Penanaman Nilai
- Pendidikan Karakter Di Sekolah
- Model Pembelajaran Pribadi
- Kerja Kelompok (bagian 2)