Selasa, 13 April 2010

Pembelajaran PAI di Pesantren Modern (bag ke-2)

Sebagai lembaga pendidikan yang mempunyai ciri khas Islam, pesantren modern memiliki peran penting dalam proses pembentukan kecerdasan dan kepribadian anak didik, pesantren modern memiliki lembaga pendidikan formal yang disebut madrasah, melalui pendidikan madrasah ini diharapkan peserta didik memiliki dua kemampuan sekaligus, tidak hanya pengetahuan umum tetapi juga memiliki kepribadian dan komitmen yang tinggi terhadap agamanya, sehingga madrasah memiliki posisi peranan terpenting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memiliki potensi dan peluang besar untuk menjadi alternatif pendidikan masa depan. Saat ini, madrasah berbasis pesantren memiliki kurikulum terpadu dan integratif sebagai standarisasi kurikulum dengan beberapa perubahan seiring dengan perkembangan dan tantangan dan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pesantren secara kualitas mempunyai peran yang sama dengan pendidikan lainnya malahan memiliki nilai lebih dilihat dari kurikulumnya yang terpadu.
Guru mata pelajaran pendidikan agama Islam dituntut mengembangkan konsep pembelajaran menarik, karena selama ini sebagian besar peserta didik menganggap jenuh dalam pembelajaran PAI sehingga seorang guru dapat mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Peran guru dalam proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan setidaknya melalui tahapan berikut ini : Merencanakan pembelajaran, perencanaan yang dibuat merupakan antisipasi dan perkiraan tentang apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran sehingga tercipta suatu situasi yang memungkinkan terjadinya proses belajar yang dapat mengantar peserta didik mencapai tujuan yang diharapkan; Melaksanakan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran selayaknya berpegang pada apa yang tertuang dalam perencanaan, namun karena situasi yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran mempunyai pengaruh besar terhadap proses pembelajaran itu sendiri maka guru harus peka terhadap berbagai situasi yang dihadapi sehingga dapat menyesuaikan pola mengajar dengan situasi yang dihadapi; Mengevaluasi pembelajaran, evaluasi merupakan salah satu komponen pengukur derajat keberhasilan pencapaian tujuan dan keefektifan proses pembelajaran yang dilaksanakan; Memberikan umpan balik, hal ini bertujuan membantu siswa memelihara minat dan antusias siswa dalam melaksanakan tugas belajar. Sebab penekanan dalam pembelajaran PAI adalah pengembangan domain affektif (ranah rasa), sehingga dalam menggunakan pendekatan pembelajaran memiliki konsep tersendiri.
Upaya meningkatkan keberhasilan pembelajaran PAI merupakan tantangan tersendiri yang selalu dihadapi oleh setiap guru “agama”. Dalam perbaikan proses pembelajaran PAI ini peranan guru sangat penting dalam menggunakan pendekatan, model, strategi, konsep, metode dan teknik pembelajaran. Proses pembelajaran menuntut guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Secara umum pembelajaran mempunyai dua karakteristik, yaitu : pertama, dalam proses pembelajaran melibatkan proses mental peserta didik secara maksimal, bukan hanya menuntut peserta didik sekedar mendengar, mencatat, akan tetapi menghendaki aktivitas peserta didik dalam proses berpikir. Kedua, dalam pembelajaran membangun suasana dialogika dan proses tanya jawab yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik yang pada gilirannya membantu peserta didik untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. Peserta didik memiliki akal dan kecerdasan sebagai potensi yang merupakan bekal dalam pembelajarannya. Proses pendidikan memerlukan konsep tersendiri yang digunakan merupakan suatu jalan atau cara yang dipakai dalam rangka mencapai tujuan dalam pendidikan. Untuk itu perlu diupayakan metode dan bentuk-bentuk penyajian pesan yang menarik dan mudah dicerna. Memahami karakteristik masing-masing metode sangat penting karena berkaitan dengan bagaimana seharusnya guru memilih dan dan sekaligus menggunakannya dalam proses pendidikan yang berimplikasi pada pembangunan kepribadian siswa. Memahami dan memilih metode perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini : ]tujuan yang hendak dicapai, keadaan siswa yang mencakup pertimbangan tentang tingkat kecerdasan, kematangan, gaya atau cara belajar, perbedaan individual, kemampuan guru dalam menggunakan metode tersebut

Artikel Terkait Kajian Pendidikan Islam

Komentar Postingan