Jumat, 19 Februari 2010

Pendahuluan KTSP MA

BAB I

I. PENDAHULUAN
A. Rasional
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di MA Kertabumi Ciamis adalah apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik supaya dapat diterima untuk memenuhi :
Kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global
Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global
Sebagai proses untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

B. Landasan
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 38 Ayat 2 dan Pasal 51 Ayat 1
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat 2, dan Pasal 49 Ayat 1
Peraturan Mendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi.
Peraturan Mendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
Peraturan Mendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan permen diknas nomor .22 dan 23.

C. Tujuan Penyusunan Kurikulum
Tujuan penyusunan kurikulum sekolah adalah untuk mengorganisasi kurikulum yang terdiri dari tujuan, bahan ajar, proses pembelajaran dan evaluasi, hal ini dilakukan agar kurikulum yang dibuat di sekolah kami menjadi terpadu dan tidak tumpang tindih sehingga sesuai dengan standar ketuntasan minimal yang mengacu pada standar kelulusan. Pada program pendidikan madrasah Aliyah, jumlah jam mata pelajaran sekurang-kurangnya 32 jam pelajaran setiap minggu, Setiap jam pelajaran lamanya 40 menit. Jenis mata pelajaran yang disajikan pada tiap-tiap semesternya terdiri dari program umum meliputi sejumlah mata pelajaran yang wajib diikuti seluruh peserta didik, dan program pilihan meliputi mata pelajaran yang menjadi ciri khas keunggulan daerah berupa mata pelajaran muatan lokal. Kebetulan Madrasah kami ingin menjadi Madrasah Aliyah Kejuruan rintisan. Sehingga ada berbagai mata pelajaran life skill tambahan. Pengaturan beban belajar menyesuaikan dengan alokasi waktu yang telah ditentukan dalam struktur kurikulum. Kami menambah beberapa jam untuk merealisasikan sekolah MAK rintisan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping memanfaatkan mata pelajaran lain yang dianggap penting namun tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi. Dengan adanya tambahan waktu, maka kami selaku satuan pendidikan mengadakan penyesuaian-penyesuaian. Misalnya dengan adanya mata pelajaran tata busana, otomotif dan elektronik. juga Misalnya mengadakan program remediasi bagi peserta didik yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal.

BAB II

A. Visi, Misi Dan Tujuan Sekolah
Visi :
membentuk manusia yang berakhlakul karimah dan berwawasan luas.
Misi :
terbentuknya siswa yang berpengetahuan luas (al-qudrah ilmiyyah), berbudipekerti luhur (al-qudrah al-ruhiyyah)) dan memiliki keterampilan (al-qudrah al-jismiyyah)
Tujuan :
1. Mempersiapkan peserta didik yang bertaqwa kepada Allah Subhanau wa Ta'ala dan berakhlakulkarimah.
2. Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia yang berkepribadian, cerdas, berkualitas dan berprestasi dalam bidang olahraga dan seni.
3. Membekali peserta didik agar memiliki keterampilan teknologi informasi dan komunikasi serta mampu mengembangkan diri secara mandiri.
4. Menanamkan peserta didik sikap ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi dengan lingkungan dan mengembangkan sikap sportifitas.
5. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
6. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional sehingga dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan wawasan keislaman.
7. Mampu menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan wawasan keislaman serta mengupayakan penggunaannya dalam kehidupan masyarakat.
8. Unggul dalam kegiatan keagamaan dan kepedulian sekolah.
9. Unggul dalam perolehan nilai UAN.
10. Unggul dalam lomba olah raga, kesenian, PMR, Paskibra, dan Pramuka.
11. Unggul dalam kebersihan dan penghijauan sekolah.
Tujuan sekolah kami tersebut secara bertahap akan dimonitoring, dievaluasi, dan dikendalikan setiap kurun waktu tertentu, untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Sekolah Menengah Atas yang dibakukan secara nasional, sebagai berikut:
1. Meyakini, memahami, dan menjalankan ajaran agama yang diyakini dalam kehidupan.
2. Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya dan memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.
3. Berpikir secara logis, kritis, kreatif, inovatif dalam memecahkan masalah, serta berkomunikasi melalui berbagai media.
4. Menyenangi dan menghargai seni.
5. Menjalankan pola hidup bersih, bugar dan sehat.
6. Berpartisipasi dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air.
Selanjutnya, atas keputusan bersama guru dan siswa, SKL tersebut lebih kami rinci sebagai profil siswa MA Kertabumi sebagai berikut:
1. Mampu menampilkan kebiasaan sopan santun dan berbudi pekerti sebagai cerminan akhlak mulia dan iman taqwa.
2. Mampu berbahasa Arab secara aktif.
3. Mampu mengaktualisasikan diri dalam berbagai seni dan olah raga, sesuai pilihannya.
4. Mampu mendalami cabang pengetahuan yang dipilih.
5. Mampu mengoperasikan komputer aktif untuk program microsoft word, exsel, dan desain grafis.
6. Mampu mengenali dan memperbaiki mesin kendaraan
7. Mampu membuat dan mendesain pakaian
8. Mampu mengenal dan memperbaiki mesin-mesin elektronik
9. Mampu bersaing dalam mengikuti berbagai kompetisi akademik dan non akademik di tingkat kecamatan, kodya, propinsi, dan nasional.
10. Mampu memiliki kecakapan hidup personal, sosial, environmental dan pra-vocasional.

BAB III

A. Analisis SWOT
Berdasarkan analisis yang dilakukan secara keseluruhan, setidaknya ada 6 kekuatan (strength) utama yang dimiliki oleh Madrasah Aliyah (MA) Kertabumi, yaitu :
(1) Basis siswa-siswi yang relatif jelas, yang berbanding lurus dengan basis santri Pondok Pesantren Miftahululum Kertabumi;
(2) Tenaga edukatif yang dimiliki, yaitu Guru definitif sebanyak 3 orang, Guru Tetap Yayasan 16 orang, baik yang sudah menyelesaikan strata 2, strata 1 ataupun diploma pada bidangnya, antara lain : bidang Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Sekolah dan lainnya. Hal itu tentu akan menambah kualitas pengajaran yang dilaksanakan. Guru mata pelajaran juga sering kali mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai dengan mata pelajaran yang ditempuhnya.
Dengan rincian sebagai berikut :
- Pasca Sarjana (S2) : 3 Orang
- Sarjana (S1) : 12 Orang
- Diploma III (D3) : 4 Orang
(3) Hubungan sinergis antar lembaga pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Miftahululum, di mana MA Kertabumi merupakan salah satu unit pelaksana pendidikannya;
(4) Lingkungan pendidikan yang kondusif, karena berada di tengah-tengah lingkungan pendidikan pondok pesantren, yang tenang, teduh, serta jauh dari hiruk-pikuk kehidupan metropolitan; MA Kertabumi memiliki kelebihan tersendiri dari lembaga yang lainnya, secara umum MA Kertabumi berada dalam naungan Pondok pesantren Miftahul Ulum yang sudah lama berdiri, sehingga dalam manajerial lembaga dibantu oleh pihak yayasan baik secara moril maupun materil. Hal itu tentu membuat manajemen MA Kertabumi sangat terpadu dengan pesantren apalagi masalah kegiatan sekolah dan kepesantrenan. Ditambah semangat guru dan siswa sesuai dengan jiwa pesantren yang memiliki pengabdian penuh dan antusiasme guru serta siswa terhadap program peningkatan kualitas pendidikan di MA Kertabumi Ciamis sangat tinggi dalam meningkatkan kualitas dan profesional guru menjadi lebih baik dan secara alamiah sedang bersaing dengan lembaga sekitarnya. MA Kertabumi Ciamis selain memiliki dan dapat membangun gedung sendiri juga memiliki banyak gedung yang dibangun pesantren diperuntukkan setiap lembaga yang berada dalam naungan pesantren. Memiliki lapangan sepak bola dan volley ball tersendiri, juga lingkungan yang cocok untuk melaksanakan outbond.
(5) MA Kertabumi Ciamis berada 3 kilometer dari kecamatan dan pusat pasar bojong, juga berjarak 7 kilometer dari kabupaten Ciamis
(6)Dukungan yang kuat masyarakat, pemerintah, dan tokoh-tokoh masyarakat sekitarnya;
(7) Keberhasilan MA Kertabumi dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, akhlakulkarimah, sifat moderasi, toleransi dalam keberagamaan dan ketrampilan hidup
(8) Peserta didik keluaran MA kertabumi relatif lebih mampu memahami bahasa Arab baik lisan ataupun tulisan karena secara langsung mereka belajar di pesantren. Maka potensi inilah yang membuat lulusan Madrasah Aliyah Kertabumi dianggap memiliki kualitas yang relatif tinggi dalam kemampuan berbahasa Arab.
Dengan kekuatan (strength) itu, diharapkan akan membuka berbagai peluang (opportunities) bagi keberlanjutan (sustainability) dan pengembangan pendidikan ini di masa mendatang.
Berdasarkan kekuatan-kekuatan tersebut di atas, peluang-peluang yang diproyeksikan akan diraih meliputi :
(1) terjaminnya input siswa-siswi secara stabil. Hal ini terutama karena pondok pesantren memiliki basis santri yang jelas, sehingga akan berimbas kepada kestabilan input siswa ke MA Kertabumi;
(2) dengan rasio 1:4 antara jumlah guru dan siswa, maka pelung untuk terus meningkatkan kualitas lulusan akan semakin terbuka;
(3) peluang untuk semakin menyinergikan hubungan antarlembaga di lingkungan Pondok Pesantren Miftahululum dengan MA Kertabumi akan semakin terbuka, mengingat tradisi dan budaya pesantren telah mengikat satuan-satuan pendidikan yang ada di lingkungan pondok pesantren;
(4) Dengan lingkungan belajar yang kondusif, diharapkan suasana akademik (academic atmosphere) akan semakin baik pula; dan
(5) Dukungan yang kuat dari masyarakat sekitar diharapkan akan melahirkan peluang untuk memperkuat pendanaan, prasarana dan sarana pendidikan di MA Kertabumi.
Namun demikian, MA Kertabumi juga masih berhadapan dengan kelemahan-kelemahan (weaknesses), di antaranya meliputi
(1) Sifat kepemimpinan yang mendapat pengaruh kuat dari pola kepemimpinan kharismatik pondok pesantren, di mana seringkali menyebabkan budaya kerja ewuh-pakewuh, sungkan, dan kurang profesional;
(2) Kenyataan bahwa siswa sebagian merupakan korban kegagalan mereka dalam memasuki sekolah menengah atas unggulan;
(3) Keterbatasan akses informasi dan komunikasi on-line, baik dalam memanfaatkan on-campus connectivity devices (intranet), maupun dalam pemanfaatan global connectivity devices (internet);
(4) Masih kurangnya kepemilikan buku-buku pelajaran dan isi perpustakaan yang mendukung pada pengembangan dan peningkatan pengetahuan siswa.;
(5) Kurangnya pendanaan, saat ini pemasukan keuangan hanya berharap dari sumbangan orang tua siswa, sehingga dalam pelaksanaan keluar masuk uang selalu kurang hal ini mengakibatkan dalam pelaksanaan proses manajerian tidak maksimal.
Dengan demikian, di masa kini dan mendatang MA Kertabumi akan berhadapan dengan pelbagai tantangan (threats), terutama :
(1) Semakin kuatnya citra dan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah atas di kota dan lembaga negeri juga lembaga yang memiliki program keahlian yang mengena di masyarakat sebagai trend akan menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan MA Kertabumi;
(2) Semakin terbukanya budaya pikir dan daya kritis masyarakat akan melahirkan tantangan bagi perbaikan dan penyempurnaan kurikulum MA Kertabumi;
(3) Semakin tinggi tingkat krisis moral masyarakat akan melahirkan tantangan berat bagi tugas pembelajaran di bidang etika dan moral,sehingga banyak input peserta didik yang relatif kurang baik akhlaknya, hal ini melahirkan kesulitan dalam proses pembelajaran.
Oleh karena itu, langkah-langkah tindakan (threat) yang perlu diambil oleh MA Kertabumi dalam rangka mengatasi kelemahan dan menghadapi tantangan tersebut di atas harus meliputi:
Pertama, peningkatan relevansi, dengan tujuan menghasilkan kualitas lulusan yang baik dalam jurusan sosial dengan keahlian 3 mata pelajaran keahlian. Langkah-langkah tindakan ini mencakup aktivitas-aktivitas:
1. Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Arab yang unggul, dalam bentuk kemampuan menulis dan berkomunikasi.
2. Meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi informasi (intranet dan internet) bagi peserta didik dan guru-guru
3. Meningkatkan kemampuan lulusan dalam menguasai keahlian jurusan yang dia enyam dalam lembaga.
4. Melakukan peninjauan kembali terhadap muatan kurikulum jurusan, mutu lulusan akan meningkat dan lebih sesuai dengan persyaratan kebutuhan masyarakat
Kedua, peningkatan efektivitas dan efisiensi manajemen internal MA Kertabumi, melalui kegiatan-kegiatan:
1. Meningkatkan struktur insentif bagi staf yang dapat mempengaruhi peningkatan kehadiran para guru untuk mendukung peningkatan proses belajar mengajar.
2. Mengurangi ketergantungan beban kerja mengajar yang tidak proporsional dan berlebihan.
3. Menciptakan distribusi beban kerja yang lebih baik sehingga dapat mempengaruhi peningkatan kehadiran para guru dalam rangka peningkatan proses belajar mengajar .
4. Meningkatkan tanggung jawab staf.
5. Mendorong staf pengajar (khususnya staf pengajar tetap untuk melanjutkan studi (S1 yang belum, dan S2).
Ketiga, menjaga dan memelihara keberlanjutan MA Kertabumi
1. Memperkuat hubungan sinergis dengan satuan-satuan pendidikan, baik di lingkungan Pondok Pesantren Miftahululum maupun dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya.
2. Memperkuat dan mengembangkan wilayah dan cakupan basis siswa MA Kertabumi.
3. Meningkatkan jaringan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan umum sejenis dengan memanfaatkan jaringan alumni-alumni Pondok Pesantren Miftahululum.
Keempat, peningkatan efisiensi dan produktivitas, melalui usaha-usaha:
1. Menciptakan lingkungan proses belajar mengajar yang menyenangkan dengan memanfaatkan fasilitas belajar mengajar baik dalam bentuk perangkat keras maupun perangkat lunak yang modern.
2. Meningkatkan kerjasama dengan sekolah menengah atas lainnya dalam proses peningkatan dan pengembangan SDM.
3. Mendorong staf pengajar untuk selalu mengadakan penelitian tindakan kelas (TPK) dan mempublikasikannya dalam rapat guru.
Sistem Pengelolaan Lingkungan
Untuk sistem pengelolaan lingkungan MA Kertabumi Ciamis bekerjasama dengan pihak pesantren yang secara 24 jam mengawasi proses pengajaran dan pendidikan
a. Kebersihan : Petugas sekolah ada 2 orang selain dari tugas rutin siswa.
b. Ketertiban : Para pelajar menggunakan seragam sekolah dengan ketentuan setiap hari Senin sampai kamis : Putih-abu dengan sepatu hitam dan ikat pinggang hitam. Jum'at dan sabtu : seragam pramuka.
c. Kerindangan : setiap 3 bulan sekali dilaksanakan penggantian atas tanaman dan pohonan yang rusak, mati, dan juga tiap saat dilaksanakan pemupukkan agar tetap hidup dan mengurangi tingkat kerusakan dan kematian pohon.
d. Kenyamanan : Sekolah sedang berusaha untuk menata ulang bagian–bagian lingkungan sekolah yang kurang termanfaatkan atau kurang dimaksimalkan. Misalkan : menutup tanah–tanah yang lembab di belakang sekolah dengan dilakukan penyemenan.
e. Keamanan : Untuk menjaga asset dan inventaris sekolah maka sekolah menempatkan beberapa pegawai untuk mengawasi sekolah dengan demikian selama 24 jam kondisi keamanan sekolah terjamin.
f. Kesehatan : Guru, Siswa dan Karyawan yang sehat dapat meningkatkan produktivitas kerja secara maksimal. Untuk mengantisipasi guru, siswa dan karyawan yang sakit maka di sekolah telah di buka layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang bekerjasama dengan Bidan Desa
g. Keindahan : Sekolah setiap tahun memiliki program untuk membuat sekolah menjadi indah sehingga setiap unit/kelas saling bersaing untuk menjadi yang paling indah.

BAB IV

A. Struktur dan Muatan Kurikulum
1. Kelompok Mata Pelajaran
Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.
(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
(2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
(3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
(4) Kelompok mata pelajaran estetika
(5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.
Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan sebagai berikut :
No
Kelompok Mata Pelajaran

Cakupan
1.
Agama dan Akhlak Mulia
Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
2.
Kewarganega-raan dan Kepribadian
Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
3.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada MA Kertabumi Ciamis dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.
4.
Estetika
Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.
5.
Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada MA Kerabumi Ciamis dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat.
Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

B. Struktur Kurikulum MA Kertabumi Ciamis
1. Mata Pelajaran
Muatan mata pelajaran yang diberikan di MA Kertabumi Ciamis sesuai dengan struktur kurikulum yang terdapat dalam Standar Isi

lanjut..............

Artikel Terkait Kurikulum dan Pembelajaran

2 komentar:

Komentar Postingan